Filiphina Gunakan Vaksin AstraZeneca Untuk Usia Dibawah 60 Tahun

Filiphina Gunakan Vaksin AstraZeneca Untuk Usia Dibawah 60 Tahun

publisher 21/04/2021

phentermine – Filipina terus menggunakan vaksin AstraZeneca pada orang di bawah 60 tahun. Pernyataan yang dikeluarkan pemerintah Filipina pada Senin 19 April 2021 menandai berakhirnya penghentian sementara produksi vaksin COVID-19 setelah kasus pembekuan darah terjadi di sejumlah negara.

Filiphina Akan Tetap Gunakan Vaksin AstraZeneca Untuk Usia Dibawah 60 Tahun

Maria Rosario Vergeire, Wakil Menteri Kesehatan, mengutip Channel News Asia yang mengatakan: “Penggunaan vaksin AstraZeneca memiliki manfaat daripada risiko. Setelah menggunakan AstraZeneca, hanya sebagian kecil dari populasi yang akan mendapat Efek Negatif.”

Guna mencegah hal-hal yang tidak perlu, otoritas kesehatan Filipina akan mengeluarkan pedoman penggunaan vaksin AstraZeneca.

Sebelumnya, European Medicine Agency merekomendasikan pembekuan darah sebagai efek samping langka dari vaksin AstraZeneca. Terakhir, Kanada melaporkan kasus kedua dari bekuan darah trombosit rendah yang terjadi setelah vaksin COVID-19 dari AstraZeneca diberikan dalam waktu seminggu.

Terlepas dari kondisi tersebut, Kanada tetap merekomendasikan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Negara-negara Asia Tenggara (termasuk Filipina dan Indonesia) belum melaporkan adanya kasus pembekuan darah setelah pemberian vaksin AstraZeneca.

Filipina adalah salah satu negara yang masih memerangi COVID-19 di Asia Tenggara. Dari 108 juta orang yang berbahasa Tagalog, 1,5 juta vaksin telah disuntikkan. Sekitar 86% di antaranya dosis untuk pertama kalinya.

Menurut data per 19 April 2021, 945.745 kasus COVID-19 telah dikonfirmasi. Angka kematian akibat infeksi virus SARS-CoV-2 adalah 16.000.