Satgas COVID-19: Pembatasan Kegiatan Jawa-Bali untuk Investasi Kesehatan

Satgas COVID-19: Pembatasan Kegiatan Jawa-Bali untuk Investasi Kesehatan

publisher 08/01/2021

Satgas COVID-19: Pembatasan Kegiatan Jawa-Bali untuk Investasi Kesehatan

Pemerintah dapat merasa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di lebih dari satu wilayah Jawa-Bali terhadap 11 sampai 25 Januari 2021. Hal ini demi mencegah lonjakan persoalan COVID-19.

Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 menyatakan bahwa hal itu perlu diamati sebagai sebuah investasi kesehatan.

“Kita perlu sama-sama tahu bahwa kita perlu investasi kesehatan, “kata Wiku. “Sebenarnya investasi kesegaran ini kan untuk ekonomi nantinya.”

Dalam dialog virtual dari Graha BNPB terhadap Kamis (7/1/2021), Wiku menyatakan bahwa tersedia lebih dari satu indikator yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat tentang penerapan PPKM.

“Misalnya jumlah persoalan meninggal atau angka kematiannya masih di atas rata-rata nasional, itu keliru satu pertimbangan,” kata Wiku.

Pertimbangan lain adalah keterisian daerah tidur untuk pasien COVID-19 baik di ruang isolasi dan ICU. Wiku mengungkapkan rata-rata tingkat keterisian di banyak daerah udah lebih dari 70 persen.

“Bisa saja bed-nya ada, tapi SDM-nya tidak ada. Karena untuk punyai dokter yang jumlahnya banyak itu sulit. Apalagi jumlah kematian dokter juga makin lama tinggi. Jadi terkecuali tidak direm, maka masyarakat tidak dapat meraih layanan pelayanan kesegaran di rumah sakit.”

Pertimbangan lainnya adalah angka persoalan aktif. Wiku menghendaki sehingga daerah-daerah dapat menekan angka persoalan COVID-19 aktif sampai di bawah rata-rata nasional sebesar 14 persen.

Selain itu, Wiku juga menghendaki sehingga tingkat kesembuhan di daerah juga perlu ditingkatkan sampai menggapai 82 persen.

“Dengan langkah manfaatkan indikator itu, pemerintah daerah mutlak untuk bertanggung jawab, mereka perlu dapat baca data. Masyarakat juga perlu dapat baca data,” kata Wiku.

Wiku mengatakan, pemerintah dan masyarakat perlu tahu bahwa sementara ini investasi kesegaran haruslah dilakukan demi mencegah ekonomi yang ttak dapat terjadi gara-gara kesegaran yang buruk. Menurutnya ke dua hal ini tidak dapat dibenturkan.

“Dua-duanya penting, tapi sekarang kita perlu investasi kesehatan, kan perlu sementara untuk mendinginkan suasana, untuk menekan kasusnya, sehingga kita dapat lebih sehat lagi, untuk dapat menghadapi ini lebih panjang.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *