Pemerintah Disarankan Fokus Tangani Kesehatan daripada Ekonomi

Pemerintah Disarankan Fokus Tangani Kesehatan daripada Ekonomi

publisher 19/01/2021

Pemerintah Disarankan Fokus Tangani Kesehatan daripada Ekonomi

Pemerintah Disarankan Fokus Tangani Kesehatan daripada Ekonomi

Ekonom Universitas Padjadjaran Aldrin Herwany memberi saran sehingga Pemerintah lebih fokus untuk memulihkan sektor kesehatan ketimbang sektor ekonomi di th. 2021 ini.

Aldrin menjelaskan, Pemerintah Indonesia terhadap 2020 lebih fokus kepada sektor kesehatan dan sektor ekonomi (50:50). Sehingga mengakibatkan masalah covid-19 konsisten naik.

Artinya, kalau kami telah fokus ke sektor kesehatan artinya opportunity cost atau cost yang dikeluarkan itu akan lebih sedikit. Kalau sekarang kami menyaksikan opportunity cost itu meningkat, juga Bansos dikarenakan ketidakpastian (Covid-19) terlampau tinggi sehingga opportunity cost juga tinggi,” kata Aldrin di dalam Indonesia Digital Economy plus Business Outlook 2021, Selasa (18/1/2021).

Akibat yang ditimbulkan adalah opportunity cost meningkat untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan cost penanggulangan lainnya. Selain itu, lamanya penanganan pengaruh pandemi covid-19 ini mengakibatkan Indonesia kehilangan opportunity investment.

“Mestinya kalau kami lebih cepat mengatasi sektor kesehatan. maka lebih cepat juga kami mendapatkan opportunity atau peluang orang untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya suasana pandemi covid-19 yang berlarut larut ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin terkontraksi. Oleh dikarenakan itu diperlukan ketegasan di dalam hal pemilihan-pemilihan prioritas.Pasang Bola

“Kita dengar semua bahwa pemerintah baik di pusat maupun di tempat manfaatkan siasat injak rem dan gas, itu artinya mereka manfaatkan 50 persen untuk sektor Kesehatan, dan 50 persen untuk sektor ekonomi. Tapi tidak efektif,” menyadari Aldrin.

Apabila terhadap awal pandemi covid-19 Pemerintah Indonesia memprioritaskan sektor kesehatan, bisa saja opportunity cost Indonesia tidak akan sebanyak sekarang.

Aldrin memastikan ulang sehingga di th. 2021 ini Pemerintah lebih fokus terhadap sektor kesehatan terhadap 2 kuartal pertama. Kemudian untuk sektor ekonomi bisa difokuskan terhadap 2 kuartal terakhir di th. 2021.

OJK Prediksi Ekonomi Indonesia Minus 2 Persen di kuartal IV 2020

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia terhadap kuartal IV 2020 terkontraksi sampai -2 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, angka pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan perbaikan berasal dari kuartal II dan kuartal III walau tetap minus.

“Kami harapkan kuartal IV tidak terlampau jelek, konsensus yakni minus kira-kira 1 sampai 2 persen,” ujar Wimboh di dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 secara virtual, Jumat (15/1/2021).

Pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi RI terkontraksi -5,32 persen. Angkanya membaik di kuartal III 2020 walau tetap minus -3,49 persen.

Sementara terhadap 2021, Wimboh memproyeksi ekonomi domestik akan tumbuh 5 persen. Pertumbuhan dan tak terlepas berasal dari pemulihan ekonomi yang semakin terlihat, di samping vaksin Covid-19 yang telah mulai didistribusikan per Rabu (13/1/2021) lalu.

Kemudian, kredit perbankan diperkirakan tumbuh terhadap kisaran 7,5 persen yoy sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB). Dana Pihak Ketiga diperkirakan akan tumbuh solid di rentang 11 persen yoy.

Sementara itu, penghimpunan dana di pasar modal th. 2021 diperkirakan akan meningkat ulang sebagaimana sebelum akan pandemi yakni dikisaran Rp 150 triliun sampai Rp 180 triliun yang didukung akan maraknya penerbitan surat utang sebagai implikasi berasal dari likuiditas world yang tetap memadai dan berlanjutnya tren suku bunga rendah.

Sejalan bersama kredit perbankan, piutang industri perusahaan pembiayaan diperkirakan juga akan menunjukkan pertumbuhan positif di th. 2021 sejalan bersama meningkatnya mengkonsumsi penduduk yang ulang sembuh di kisaran 4 persen (yoy).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *