Beberapa Kondisi Tubuh Yang Tak Diperbolehkan Konsumsi Jahe

Beberapa Kondisi Tubuh Yang Tak Diperbolehkan Konsumsi Jahe

publisher 03/04/2021

phentermine – Jahe merupakan salah satu bumbu atau bahan yang paling banyak dikonsumsi. Senyawa aktif dalam jahe disebut gingerol yang memiliki khasiat terapeutik dan telah terbukti dapat mengobati banyak penyakit, seperti diabetes, masuk angin, penyakit lambung, tekanan darah tinggi, mual, dll.

Beberapa Kondisi Tubuh Yang Tak Diperbolehkan Konsumsi Jahe

Selain beberapa manfaat jahe, banyak penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi jahe dalam jumlah sedang atau banyak dapat berdampak negatif pada orang dalam situasi tertentu.

Oleh karena itu, ada beberapa situasi di mana jahe harus dihindari atau tidak dianjurkan, seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

1. Wanita hamil

Saat hamil, jahe bisa meredakan mual dan muntah. Namun jika mengkonsumsinya terlalu banyak, dapat membahayakan ibu hamil.

Menurut Boldsky, stimulan alami pada jahe bisa menyebabkan kelahiran prematur. Hal ini dapat berdampak buruk pada kehamilan seperti keguguran atau persalinan prematur.

Wanita hamil dianjurkan mengonsumsi sekitar 250 mg jahe selama empat hari untuk meredakan gejala mual dan muntah.

2. Berat badan kurang

Jahe adalah salah satu perawatan terbaik untuk menurunkan berat badan. Minyak jahe dalam jahe dapat meningkatkan laju metabolisme dan menekan nafsu makan.

Makan jahe akan membakar kalori ke tingkat yang lebih tinggi dan mengurangi pola makan seseorang. Oleh karena itu, sangat cocok untuk mereka yang ingin menambah berat badan.

3. Batu empedu

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat meningkatkan sekresi empedu dan menyebabkan pembentukan kantung empedu. Empedu berperan penting dalam penyerapan dan penyerapan lemak.

Namun konsumsi jahe yang berlebihan akan merangsang hati memproduksi empedu dan mempercepat pembentukan batu empedu.

Bagi penderita masalah empedu, dianjurkan mengonsumsi jahe kurang dari 1200 mg.

4. Wasir

Padahal, jahe bisa membantu mengobati peradangan dan nyeri wasir. Namun, menurut berbagai penelitian, jahe dapat menyebabkan pembengkakan, peradangan, gatal-gatal dan rasa tidak nyaman pada penderita wasir.

5. Penyakit ginjal

Jahe memiliki efek perlindungan ginjal karena efek antioksidannya. Namun di sisi lain, jahe juga mengandung senyawa kreatinin yang lebih tinggi.

Jika mengonsumsi terlalu banyak, Anda akan mengalami gejala gangguan ginjal yang serius, seperti penyakit ginjal kronis.