Bahaya Penggunaan Plastik, Fokus Komnas Perlidungan Anak Tiga Tahun Terakhir

Bahaya Penggunaan Plastik, Fokus Komnas Perlidungan Anak Tiga Tahun Terakhir

publisher 11/01/2021

Bahaya Penggunaan Plastik, Fokus Komnas Perlidungan Anak Tiga Tahun Terakhir

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menyebut bahwa kurang lebih tiga tahun paling akhir Komnas Anak fokus pada dampak pemanfaatan kemasan plastik di di dalam rumah tangga.

Arist, mengatakan, selalu mengingatkan kepada para ibu sehingga lebih berhati-hati di dalam memilih produk, baik makanan maupun minuman, dengan kemasan plastik layaknya botol minuman, daerah makan, bahkan kemasan galon isikan ulang.

“Persoalan plastik ini sesungguhnya menjadi konsentrasi Komnas Perlindungan Anak sejak tiga tahun silam,” kata Arist layaknya dikutip berasal dari info resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 13 November 2020.

Menurut Arist dampaknya bukan cuma kesehatan,”Tapi termasuk mencegah perkembangan anak secara mental dan intelektual.”.

Merasa risau akan hal tersebut Arist pun sempat mengingatkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) untuk mengawasi product yang dikemas dengan kemasan plastik.

Sebab, tahu Arist, bahan pembuat plastik polikarbonat ( kode no 7) adalah senyawa Bisphenol A yang lebih dikenal dengan sebutan BPA. “BPA inilah salah satunya yang memiliki kandungan racun yang berbahaya bagi anak-anak. Terutama pada kemasan galon air isikan ulang,” kata Arist.

Dalam info tersebut disebutkan bahwa yang banyak terkandung di pasaran diketahui merupakan kemasan galon isikan ulang yang terbuat berasal dari Polikarbonat yang memiliki kandungan BPA, dan Kemasan galon sekali mengfungsikan yang terbuat berasal dari PET yang tidak memiliki kandungan BPA (BPA free).

Kendati sudah ada larangan pemanfaatan galon plastik yang memiliki kandungan BPA, kata Arist, selalu saja pemanfaatan galon plastik isikan ulang masih tinggi. Ini yang patut diwaspadai.

Padahal, sudah ada jenis galon yang mengfungsikan PET yang relatif lebih aman untuk dikonsumsi dan aman bagi kesehatan.

 

Kandungan Galon Air yang Berbahaya
Komnas Perlindungan Anak, lanjut Arist, menganjurkan menghentikan pemanfaatan kemasan memiliki kandungan BPA sehabis tahu sebagian penelitian yang membuktikan bahwa BPA, baik di dalam bentuk aktif maupun inaktif, mampu menembus plasenta.

Arist, mengatakan, di di dalam penelitian tersebut disebutkan kalau BPA bebas yang sudah menembus plasenta dan meraih fetus, kebanyakan selalu berada di dalam bentuk aktifnya.

Sedangkan kalau senyawa yang menembus plasenta adalah bentuk inaktifnya, senyawa tersebut mampu diubah ulang menjadi BPA bentuk aktif.

Lebih lanjut penelitian tersebut membuktikan bahwa fetus mempunyai barangkali tertinggi terpapar BPA melalui plasenta. Di di dalam rahim, paparan estrogen pada sementara yang tidak tepat di dalam kandungan yang melebihi atau kurang berasal dari normal mampu sebabkan dampak merugikan pada perkembangan beragam organ dan sistem, termasuk sistem reproduksi, perkembangan otak, kelenjar susu dan sistem imun.

Sehingga, bayi mempunyai barangkali untuk terpapar BPA berasal dari pada group umur lainnya.

“Jadi, Komnas Perlindungan Anak menganjurkan untuk menghentikan pemanfaatan kemasan yang memiliki kandungan BPA. Dari temuan-temuan yang dilakukan inilah, yang perlu diserukan Komnas Perlindungan Anak. BPOM termasuk tidak mampu berbuat banyak kalau masyarakat tidak diberi tahu,” katanya.

Hal senada disampaikan bagian DPR RI Komisis IX, Arzeti Bilbina Huzaimi S.E, berasal dari Fraksi PKB. Menurut dia barangkali paparan zat kimia BPA tersebut mampu melalui botol-botol plastik yang dibawa anak-anak ke sekolah, termasuk berasal dari air minum galon isikan ulang yang ada di sekolah.

“Sebetulnya, ini kami perlu aware. Pemerintah yang terlibat di di dalam tupoksi untuk bicara perihal bahan yang dipakai untuk penunjang. Apa yang inginkan kami melakukan adalah sistem menjadi lebih baik. Jadi, jangan hingga apa yang kami inginkan melakukan sebabkan product menjadi baik saja namun jadikanlah product itu menjadi sehat,” Arzeti menjelaskan.

Arzeti mengingatkan bahwa ancaman paparan lebih perihal anak-anak sekolah yang tiap tiap hari mempunyai botol plastik untuk sesudah itu diisi air di sekolah berasal dari air galon isikan ulang.

“Karena anak-anak sekolah perlu sekali minum, seluruh anak-anak diwajibkan mengfungsikan air (galon) isikan ulang . Ada daerah pengisian air minum. Jadi, sesungguhnya ini nih yang langsung perlu ditarik, sehingga pemerintah langsung memberi ultimatum. Agar seluruh menjadi satu komando. Kepentingannya adalah untuk kebugaran anak-anak,” kata Arzeti.

Plastik Solusi Kehidupan Modern
Pakar plastik berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Ir Akhmad Zainal Abidin MSc PhD, di dalam kesempatan berbeda menyebutkan bahwa plastik menjadi solusi kehidupan modern. Plastik sudah mempunyai manfaat positif bagi peradaban.

Menurut Prof Akhmad m emproduksi plastik ternyata lebih irit daya dibanding memproses paper bag atau kemasan berbahan basic lain. Salah satu plastik yang aman adalah PET (polyethylene Terephthalate). Jenis plastik PET mampu ditemukan pada nyaris seluruh botol plastik, kalau pada air kemasan galon yang diisi ulang.

Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia, Hengkie Hendra Wibawa, di dalam sebuah webinar ‘Tantangan dan Peluang Bisnis Daur Ulang Plastik di Indonesia pada era Pandemi’ menyebutkan bahwa kemasan itu perlu memiliki kandungan informasi perihal product yang dikemas, termasuk kandungan bahan basic kemasan tersebut.

Jika memiliki kandungan bahan berbahaya, kata Hengkie, perlu melampirkan kodenya juga.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, melalui akun Facebooknya memberikan sejumlah tips sehingga aman di dalam memilih air minum kemasan galon yang tidak memiliki kandungan BPA. Dengan menjauhkan kemasan minum yang kode daur ulangnya adalah 3 atau 7. Terutama untuk botol minum anak-anak.

Sedangkan kemasan minum yang aman untuk digunakan, baik sekali mengfungsikan maupun berulang kali, adalah yang memiliki kode daur ulang bernomor 2 dan 4 yang terbuat berasal dari polyethylene dan kode daur ulang 5 terbuat berasal dari polypropylene atau memilih kode daur ulang no 1 yang terbuat berasal dari PET.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *