Bahaya Pengentalan Darah Setelah Sembuh Dari Virus Corona

Bahaya Pengentalan Darah Setelah Sembuh Dari Virus Corona

publisher 05/02/2021

Bahaya Pengentalan Darah Setelah Sembuh Dari Virus Corona

phentermine-375 – Bukan Covid- 19, melainkan pengentalan darah yang merenggut nyawa suami Swani. Wanita asal Semarang itu kaget dikala mendapati suaminya tewas kala keluar dari rumah sakit sehabis diklaim membaik dari Covid- 19.

Suami Swani dirawat nyaris lebih dari 20 hari di salah satu rumah sakit di Semarang. Ia di nyatakan positif Covid- 19 pada 9 Desember serta langsung menempuh perawatan di rumah sakit.

Di rumah sakit, suami Swani menyambut tatalaksana penyembuhan Covid- 19 tercantum obat pengencer darah. Informasi dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 90 persen penderita covid19 hadapi koagulasi ataupun pengentalan darah alhasil wajib diberikan obat pengencer darah.

Bimbingan tatalaksana Covid- 19 dari World Health Organization pula mengusulkan dokter buat langsung membagikan obat pengencer darah pada penderita Covid- 19 dikala datang di rumah sakit.

” Suami aku 9 Desember diopname, diberi penyembuhan oleh Rumah sakit, waktu itu pula diberi pengencer darah,” tutur Swani dalam tanya jawab bersama CNN Televisi, Kamis( 4/2).

Sehabis menempuh penyembuhan, suami Swani diklaim negatif Covid- 19 sehabis menempuh 2 kali uji swab PCR pada 21 Desember.

Tetapi, 2 hari sehabis diklaim negatif, suaminya kesusahan bernapas. Sehabis ditilik, D- dimer ataupun percobaan ilustrasi darah membuktikan sedang ada pengentalan darah. Ia juga kembali memperoleh injeksi pengencer darah.

Pada 1 Januari, suaminya dibolehkan buat meninggalkan rumah sakit. Tetapi, dikala keluar dari rumah sakit, suami Swani tidak sadarkan diri serta diklaim tewas bumi.

” Dikala itu pingsan, 2 jam setelah itu diklaim enggak terdapat. Sementara itu itu situasi minus Covid- 19. Dokter bilang nyatanya sedang terdapat kepekatan darahnya, D- dimernya belum wajar.” kata Swani.

Ahli penyakit dalam Profesor Zubairi Djoerban menjelaskan kekentalan darah merupakan salah satu keadaan yang dapat terjadi karena Covid-19. Kondisi ini bisa dicegah dengan memberikan obat pengencer darah saat pasien pertama kali dirawat dan diteruskan dengan pantauan dokter.

Jika sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, Zubairi menyebut pengentalan darah mungkin masih bisa terjadi. Oleh karena itu dokter atau pasien harus memeriksakan keenceran darahnya. Selain itu, kekentalan darah juga harus diobati dengan benar dan biasanya membutuhkan waktu mengonsumsi obat selama enam bulan.

“Jika masih kental, masih mendapatkan pengobatan sampai enam bulan kemudian. Pengobatan jangka panjang,” ucap Zubairi.

Jika tidak mendapatkan pengobatan,pengentalan darah dapat berujung pada kondisi pembekuan darah. Jika hal ini terjadi di otak maka dapat menyebabkan stroke, jika terjadi di jantung dikenal dengan serangan jantung, atau bisa juga terjadi di kaki yang disebut dengan trombosis vena dalam (DVT).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *