Bahaya Konsumsi Rumput Fatima Bagi Ibu Hamil, Bisa Merobek Rahim

Bahaya Konsumsi Rumput Fatima Bagi Ibu Hamil, Bisa Merobek Rahim

publisher 02/04/2021

phentermine – Baru-baru ini, netizen membahas bahaya rumput Fatima. Pasalnya, ada beberapa rekaman video yang memuat cerita tentang ibu-ibu yang kehilangan bayinya akibat makan rumput fatima.

Bahaya Konsumsi Rumput Fatima Bagi Ibu Hamil, Bisa Merobek Rahim

Berkaitan dengan hal tersebut, Profesor Ali Baziad, seorang dokter kandungan, mengatakan bahwa memakan rumput fatima dapat menyebabkan mulas atau kontraksi, sehingga bayi lahir lebih awal dari waktunya.

“Kami tidak menganjurkan ibu hamil untuk mengkonsumsinya. Tapi orang awam biasanya memanfaatkannya hingga menyebabkan mulas. Penderita biasanya menginginkan proses persalinan cepat. Kalau menunggu misalnya bisa 10-12 jam setelah melahirkan, nah konsumsi ini bisa 5 jam saja sudah lahir,. ”Ujar Ali pada Rabu (31/3)

Tumbuhan dengan nama ilmiah Labisia pumila ini dapat menyebabkan mulas yang ekstrim dan dapat membahayakan ibu serta bayi yang dikandungnya. Angka kematian bayi sebelum lahir hanyalah salah satu bahaya memakan rumput Fatima.

Berikut ini adalah bahaya rumput Fatima bagi ibu hamil.

1. Bayi dilahirkan dengan kesehatan yang buruk

Tenaga kerja membutuhkan proses. Misalnya, seperti pelari, dia punya waktu satu jam. Namun bila dipaksa menyentuh garis finis dalam waktu 15 menit tentu akan sangat menyakitkan. Ketika rumput Fatima digunakan untuk melahirkan dan bayi selamat, status kesehatannya tidak sebaik bayi lainnya.

2. Terjadi perlengketan plasenta

Selain itu, bahaya rumput fatima sebelum melahirkan adalah risiko plasenta menempel di rahim atau tertinggal di dalam plasenta. Menurut laporan Alodokter, persalinan melibatkan proses kontraksi rahim, yang memicu terbukanya serviks dan kemudian melahirkan. Beberapa menit setelah bayi lahir, plasenta akan keluar, yang merupakan tahap akhir persalinan.

Namun, bagi ibu dengan plasenta yang diawetkan, plasenta akan bertahan lebih dari 30 menit. Pengawetan plasenta dapat menyebabkan infeksi dan perdarahan postpartum yang dapat membahayakan nyawa ibu.

3. Resiko robekan pada rahim

Jika ada kendala saat melahirkan, termasuk kontraksi yang bahkan tidak terjadi setelah 40 minggu kehamilan, biasanya dokter memilih mengonsumsi obat pemicu kontraksi. Gunakan obat-obatan (misalnya, metoprostol) dengan dosis yang diperlukan dan di bawah pengawasan.

Berbeda dengan rumput fatima tanpa pengawasan, apalagi menentukan dosisnya. Padahal, kontraksi yang ditimbulkan bisa begitu parah hingga menyebabkan robekan pada rahim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *